DIGITALISASI PEMBELAJARAN SAINS MELALUI PhET LABORATORY LITERASI SAINS DI ERA SOCIETY 5.0
DOI:
https://doi.org/10.58641/servis.v4i2.231Keywords:
literasi sains, virtual laboratory, media interaktif, digitalisasi pembelajaran, society 5.0Abstract
Rendahnya literasi sains di kalangan siswa sekolah menengah menjadi salah satu tantangan dalam menghadapi perkembangan teknologi pada era Society 5.0. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi sains siswa melalui pemanfaatan aplikasi PhET sebagai virtual laboratory dan media pembelajaran interaktif berbasis digital. Program dilaksanakan di SMK Siti Banun Sigambal dengan melibatkan 72 siswa dan 3 guru IPA. Metode yang digunakan meliputi pelatihan penggunaan teknologi pembelajaran bagi guru, pendampingan implementasi laboratorium virtual dalam kegiatan belajar mengajar, serta workshop pengembangan media pembelajaran interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta angket respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep sains siswa sebesar 50%, kemampuan analisis eksperimen sebesar 56,25%, dan motivasi belajar sebesar 60% serta penggunaan simulasi virtual 40%. Selain itu, guru memperoleh kompetensi baru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan menarik. Pemanfaatan PhET sebagai virtual laboratory dan media interaktif terbukti mampu menjadi solusi pembelajaran sains yang inovatif, khususnya bagi sekolah dengan keterbatasan fasilitas laboratorium. Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran sains berpotensi meningkatkan kualitas literasi sains siswa secara berkelanjutan sekaligus mendukung terciptanya pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
References
Fukuyama, M. (2018). Society 5.0: Aiming for a new human-centered society. Japan Spotlight, 27(5), 47–50.
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Sari, N. P., & Hidayat, A. (2022). Efektivitas virtual laboratory berbasis PhET dalam meningkatkan literasi sains siswa SMA pada materi gelombang dan optik. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 18(2), 112–124. https://doi.org/10.15294/jpfi.v18i2.27841
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wahyu, A.R dkk. (2025). Evaluation of the moodle-based learning system applying the end user computing satisfaction method. Jinotip vol 10.No.1 DOI: https://doi.org/10.17977/um031v10i12023p106
Wieman, C. E., Adams, W. K., Loeblein, P., & Perkins, K. K. (2010). Teaching physics using PhET simulations. The Physics Teacher, 48(4), 225–227. https://doi.org/10.1119/1.3361987
Kemendikbudristek. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran ilmu pengetahuan alam SMP/MTs dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
OECD. (2023). PISA 2022 results: The state of learning and equity in education (Volume I). OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahyu Azhar Ritonga, Sangkot Idris Ritonga, Rizki Kurniawan Rangkuti, Rahmi Syafriyeti, Fitri Endang Srimulat, Muhammad Bobbi Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.








